Senin, 14 Oktober 2024

Pasar Penampungan Terbakar, 9 Juli 2004.

Setelah kebakaran melanda Pasar Induk Wonosobo pada tanggal 11 Maret 2004 para pedagang pasar ditampung di pasar penampungan yang belokasi di alun-alun kota Wonosobo. Untuk sementara waktu alun-alun kota Wonosobo tidak dapat digunakan untuk kegiatan upacara dan olah raga.



Pembangunan Kios di Pasar Penampungan Alun-alun Wonosobo, Maret - April 2004

Namun naas, pada tanggal 9 Juli 2004 malam kebakaran kembali melanda pasar penampungan yang di alun-alun ini.Kerugian ditaksir mencapai milyaran rupiah.



Foto ini diambil dari halaman Pendopo Kabupaten Wonosobo, 9 Juli 2004 malam.



Pasar Kota Terbakar, 11 Maret 2004.

Pada tanggal 11 Maret 2004 pagi pasar induk kota Wonosobo terbakar dengan dahsyat menghanguskan banyak kios beserta dagangan dan uang yang ada di dalamnya. Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut.


 

 
Pagi hari api masih berkobar di bagian dalam pasar di sisi sebelah selatan.



       

Beberapa mobil Pemadam Kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.




 
Para pedagang berusaha menyelamatkan almari dan dagangannya.




Para pedagang membuat kapling dan mendirikan kios darurat di jalan.

Semoga para pedagang korban kebakaran Pasar Induk Wonosobo tetap tabah dan mendapat rezeki berlimpah sebagai ganti kerugian mereka.













Rabu, 09 Oktober 2024

Mengerjakan Ulangan di atas pohon

Di SMP Bhakti Mulia Wonosobo anak-anak biasa mengerjakan ulangan TIK atau Informatika di luar kelas, bisa di lapangan upacara bisa di lapangan basket sekolah. 

Di sekeliling lapangan basket ada banyak pohon besar yang bisa dipanjat. Ada anak yang suka mengerjakan soal ulangan di atas pohon. Unik, hanya ada di SMP Bhakti Mulia Wonosobo.

 

       

             

Uniknya, bukan hanya memanjat pohon. Ada anak yang mengerjakan soal ulangan di atas motor dan angkong (kebetulan sedang ada pembangunan asrama 2 lantai).


Nilai yang diperoleh oleh anak-anak yang mengerjakan ulangan di pohon termasuk baik.


Selasa, 08 Oktober 2024

Ulangan di Luar Ruangan lebih asyik.

 Salah satu kebiasaan yang saya lakukan di SMP Bhakti Mulia Wonosobo adalah ketika ulangan anak-anak mengerjakan soal ulangan di luar kelas. Biasanya soal sudah diprint sejumlah anak tinggal membagikannya saja. Tempat yang jadi favorit untuk mengerjakan ulangan adalah di lapangan basket. 

Anak-anak bisa mengerjakan ulangan sambil menikmati kicauan burung dan desir angin. Kadang ada kucing lewat.



   

Anak-anak bebas mengerjakan soal ulangan dalam berbagai posisi, bisa rebah, tengkurap, jongkok atau posisi lain yang nyaman buat anak itu.



Ulangan di luar kelas asyik, demikian komentar anak-anak yang pernah ulangan di luar kelas.

Jumat, 04 Oktober 2024

Belajar sambil Bermain.

Belajar tidak harus selalu di dalam  kelas. Kita bisa belajar di alam yang tidak terkurung tembok kelas. Ada banyak ilmu yang bisa kita dapatkan di luar kelas juga.

Salah satu bentuk pembelajaran adalah melalui permainan untuk kelompok. Murid bisa belajar bagaimana kerja sama untuk berhasil memenangkan permainan. Bekerja sama berarti mau mendengar nasihat orang lain tanpa harus memaksakan kehendak sendiri. Bekerja sama berarti juga melakukan sesuatu yang kadang bertentangan dengan keinginan sendiri. 

Berikut ini contoh beberapa permainan kelompok yang dilakukan oleh murid-murid SMP Bhakti Mulia Wonosobo dalam pembelajaran TIK.

Foto di sebelah kiri adalah permainan memindah air yang ada di gelas yang diletakkan diatas bangku yang sedang diangkat memakai 2 tongkat Pramuka oleh 4 orang anak. Tiap anak hanya memegang satu ujung tongkat. Kerja sama yang diperlukan adalah tinggi bangku harus seimbang, jangan sampai miring yang bisa berakibat bangku hijau jatuh dan air tumpah.

Foto diambil tanggal 27 November 2010 di lapangan basket SMP Bhakti Mulia Wonosobo.


Ini contoh video permainan di SMP Bhakti Mulia Wonosobo.






 



Kamis, 02 Agustus 2012

Jamur Kayu di tepi jalan Manggis, Leksono, 2012.


Menjelang siang hari, Sabtu 19 Mei 2012, di tepi jalan beraspal yang masih baru antara desa Manggis Leksono dan desa Durensawit Leksono terdapat tumpukan kayu hasil tebangan.
Di permukaan kayu yang lembab tersebut tumbuhlah berbagai macam jamur ( mushroom ). Ada yang berwarna putih, cokelat kehitaman, hijau pucat dan orange. Semuanya tumbuh di tempatnya masing-masing, tidak saling mengganggu atau membunuh satu sama lain. Dari mana asalnya semua jamur tadi ? Dari spora yang beterbangan dibawa angin. Apakah jamur ini bisa dikonsumsi dengan aman ? Ada yang bisa dan mungkin ada yang beracun.
Jamur kayu ini sempat diabadikan sebelum kayunya dimanfaatkan oleh pemiliknya. Lihat foto-foto yang telah dibuat dalam perjalanan pulang ke Wonosobo tadi.

Silahkan lihat foto jamur tersebut dengan klik disini Foto Jamur
 

Kamis, 10 Mei 2012

Gunturmadu, 1 Mei 2012.


Hari Selasa - 1 Mei 2012 pagi saya memulai perjalanan dengan berjalan kaki dari desa Gondang Watumalang menyusuri jalan beraspal kearah barat hingga di sebuah tikungan, saya belok ke kanan melalui jalan setapak yang menurun dan licin melalui dusun Kalibenda. Matahari bersinar dengan cerah mengiringi anak-anak Kalibenda yang berangkat ke sekolah di SD Pungangan 2 kecamatan Mojotengah.
Langkah kaki terus menuruni jalan beraspal menuju ke jembatan kali Preng, lalu mendaki terus sampai melewati dusun Kaligintung hingga tiba di ketinggian Gunturmadu Mojotengah. Saya masih berjalan lagi melewati dusun Bandingan, mengambil beberapa gambar dari panorama yang indah. Perjalanan masih berlanjut ke arah utara menyusuri jalan berbatu melewati dusun Tugu, dusun Salam Lumajang hingga tiba di SD Wonokampir 3 di dusun Gentan. Istirahat sejenak di sekolah yang telah mulai proses belajar, jam 9 kurang berjalan lagi ke arah yang berlawanan : melalui Salam, Tugu, Bandingan, Gunturmadu, Kaligintung hingga Petir dimana sudah menunggu microbus yang mengantar saya pulang ke rumah. Jam 11 tiba di rumah dengan selamat.
Inilah foto-foto yang sempat terekam pada perjalanan sekitar 8 km dengan berjalan kaki ini :












SD Gunturmadu dilihat dari dusun Bandingan berlatar belakang Gunung Sindoro & Sumbing.


Gunung Sumbing kelihatan nun jauh disana, panorama dari Bandingan Gunturmadu.












Deretan pepohonan di punggung bukit lembah di sebelah timur Bandingan Gunturmadu.










Jalan dari Bandingan Gunturmadu ( rumah di latar belakang ) menuju ke Salam - Gentan - Bakalan.











Gapura masuk ke dusun Tugu desa Gunturmadu Mojotengah.









 Sepasang sapi milik warga dusun Tugu Gunturmadu.